Translate

Monday, December 13, 2010

Laporan Mikroskop

Practical Report Of Development Laboratory
Microscope
Lecture: Purwanti Widhy





Arranged by:
Tri Sulis Setyowati (09312241027)
C. Nulat Panggayuh (09312241035)
Sunjani (093122410)
M. Ihzatul Faqih (093122410)
Endah Dani (093122440)


SCIENCE EDUCATION PROGRAM
MATHEMATICS AND SCIENCE FACULTY
YOGYAKARTA STATE UNIVERSITY
2010
MICROSCOPE
I. Goal
1. Mengenal bagian – bagian mikroskop cahaya beserta fungsinya
2. Mengenal cara penggunaan mikroskop cahaya.

II. Basic Theory
Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan). Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis. Mikroskop terbagi menjadi 2 berdasarkan fungsinya, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya matahari dan mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan listrik. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada mikroskop cahaya.
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik (untuk menyelidiki sidik jari), geologi (untuk meneliti batuan), industri (untuk menguji ketahanan suatu benda), untuk meneliti tumbuhan dan hewan tingkat tinggi, serta dalam bidang makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan).
Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama “Compound light
microscope” adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu
sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional.Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.
Jenis lensa. Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor.
Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop
sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat.Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Cara kerja
Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya
pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.(http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_cahaya)

III. The Materials and Equipment
1. Microscope
2. Preparat
3. Alat tulis

IV. Steps Method
1. Memilih tempat kerja yang terang dan situasi bekerja yang bersih.
2. Memeriksa terlebih dahulu apakah semua bagian-bagiannya lengkap ( apakah ada bagian yang lepas, longgar atau pecah )
3. Menyisipkan preparat yang akan diamati pada penjepit pereparat yang terletak di meja mikroskop
4. Mengatur penerangan
5. Menggunakan objek perbesaran 10x.
6. Memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak keatas.
7. Memutar cermin sedemikian rupa sehingga bidang penglihatan nampak seterang-terangnya.
8. Mengatur diafragma
9. Memasang preparat, letakkan tepat diatas lubang meja.
10. Menjepit dengan penjepit preparat.
11. Melihat preparat dengan lensa okuler.
12. Mengatur objektif serendah mungkin, tetapi hati-hati jangan sampai objektifnya terhimpit oleh kaca preparat yang akibatnya akan merusak preparat dan pecah.
13. Memasang salah satu mata pada okuler dan yang satunya tetap dibuka. Usahakan melihat dengan keadaan kedua mata terbuka, jangan biasakan memejamkan atau menutup salah satu mata karena hal tersebut dapat menimbulkan kesilindrisan pada mata.
14. Memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak ke atas, sambil mengamati gambarnya nampak.
15. Mengganti objektif dengan perbesaran yang lebih besar. Perbesaran bayangan dapat dihitung dengan mengalikan perbesaran objektif dan perbesaran okulernya.
16. Memperjelas gambar dengan memutar pengatur halus.
17. Menggambar hasil pengamatan yang didapat.
V. Data
Pengamatan menggunakan mikroskop cahaya konvensional.

Penampang melintang jaringan Rhoe discolor


VI. Discusion

Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan). Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis. Mikroskop terbagi menjadi 2 berdasarkan fungsinya, yaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya matahari dan mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan listrik. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada mikroskop cahaya.
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya.
Pada pengamatan kali ini digunakan mikroskop cahaya, yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber cahayanya, sedangkan cermin yang digunakan saat itu adalah cermin cekung, hal tersebut dikarenakan cahaya matahari tidak terlalu banyak, sehingga dibutuhkan cermin cekung untuk mengumpulkan cahaya yang dibutuhkan untuk melihat objek. Sedangkan objek yang diamati adalah jaringan pada daun Rhoe discolor, dengan hasil sebagai berikut;

Penampang melintang jaringan Rhoe discolor.
Mikroskop terdiri dari beberapa bagian, antara lain;

Keterangan Gambar.
1. Lensa okuler, , yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif.

2. Lensa obyektif, lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. Di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif. Pada pengamatan yang dilakukan, digunakan mikroskop dengan 3 macam perbesaran lensa objektif , yaitu 10x, 40x, dan 100x. Sedangkan dalam pengamatan yang dilakukan
menggunakan perbesaran 40x untuk melihat penampang melintang tumbuhan Rhoe discolor.


3. Pengatur fokus kasar (makrometer), berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
4. Pengatur focus halus(mikrometer), pengatur ini berfungsi untuk menaikkan/menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.


5. Badan mikroskop, , berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
6. Pengatur letak preparat mekanik

7. Tempat preparat, untuk meletakkan objek yang akan diamati.


8. Kondensor, kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
9. Pengatur fokus kondensor.

10. Diafragma , berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.


11. Cermin (reflector), terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. Reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.

12. Kaki mikroskop, berfungsi sebagai penyangga mikroskop.



13. Tabung mikroskop (tubus), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.


Bagian-bagian Mikroskop
1. Mekanik
Adalah bagian tempat memasang bagian-bagian yang lainya. Seperti:
• Kaki, umumnya berbentuk V atau U
• Tabung, dapat dinaikkan dan diturunkan.
• Penjepit Objek, Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
• Tiang, merupakan pendukung optic dan terpasang diatas kaki.
• Meja benda, terbuat dari logam pipih berbentuk bulat atau segi empat. Ditengahnya terdapat lubang untuk meneruskan cahaya dari cermin . Pada meja terdapat dua penjepit untuk menahan preparat.
• Pengatur kasar, berfungsi untuk mengatur jarak tepat antara objek dan objektif
• Pengatur halus, berguna untuk memperjelas bayangan yang telah diperoleh melalui pengaturankasar.
2. Optik
Optik berfungsi untuk memperbesar bayangan dari ukuran benda yang sesungguhnya. Bagian ini terdiri atas sebuah pembuluh dan dua buah lensa okuler dan objektif.
• Lensa okuler, fungsinya untuk memperbesar bayangan dan memproyeksikan ke retina mata. Lensa okuler terletak di ujung optic yang menghadap kemata.
• Lensa objektif, fungsinya untuk memperbesar objek dan memproyeksikan bayangan ke arah lensa okuler. Lensa okuler terletak dibagian ujung tubus yang menghadap ke meja benda.
• Diafragma. Apabila menggunakan cahaya buatan seperti cahaya listrik alat pada mikroskop yang kita butuhkan terdapat dibagian bawah diafragma biasanya terdapat tempat untuk memasang gelas filter
• Kondensor. Kondensor ini terbuat dari konvergen yang berfungsi untuk memusatkan cahaya, sehingga preparat dapat dilihat dengan jelas.
• Cermin. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.

3. Alat Penerangan
Terdapat dibawah meja dan terdiri dari cermin (miror) yang berfungsi untuk menerangkan dan memantulkan cahaya sehingga menerangi preparat. Cermin terdiri dari cermin datar dan cermin cekung.
Dalam menggunakan mikroskop cahaya, dengan cara sebagai berikut;

1. Mikroskop diletakkan di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai. Jika menggunakan cahaya matahari maka mikroskop diletakkan pada tempat yang terang.


2. Memutar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver


3. Cermin dan diafragma diatur sedemikian rupa untuk melihat kekuatan cahaya masuk, hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).


4. Preparat ditempatkan pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit dengan penjepit obyek/benda.


5. Fokus diatur untuk memperjelas gambar
obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Memutar pemutar halus untuk mempertajam.


6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar dengan cara mengganti lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar revolver hingga bunyi klik.

7. Apabila telah selesai menggunakan mikroskop dibersihkan dan disimpan pada tempat yang tidak lembab.

VII. Conclusion
Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda yang bersifat mikroskopis.
Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Bagian Mekanik terdiri atas:
a. Statip/ tangkai/ lengan mikroskop
b. Tabung
c. Revolver/ pengatur focus
d. Alas/ Kaki
e. Penjepit/ klep
f. Sekrup penggeser objek
g. Meja benda
2. Bagian Optik terdiri atas:
a. Lensa Okuler
b. Lensa objektif
c. Diafragma
d. Kondensor
e. Cermin

































Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_cahaya
http://sulistyaindriani.wordpress.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/

Reactions:

0 comments: