Thursday, February 9, 2012

PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR I
KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP




           Endah Dani Puspitaningrum (09312244034)



JURUSAN PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Makhluk hidup yang menjadi objek studi klasifikasi pada percobaan kali ini adalah tumbuhan yang mencakup tumbuhan yang sekarang masih hidup. Objek studi klasifikasi tumbuhan banyak sekali jumlah, macan, dan ragamnya. Yang harus pertama diketahui adalah ” which is which ”, agar jelas dan tidak ada kesangsian mengenai tumbuhan yang kita maksud. Menghadapi objek yang demikian besar jumlah dan keanekaragamannya, rasanya tidak ada jalan lain kecuali berusaha untuk menyederhanakan objek studi agar lebih mudah penanganannya. Objek studi yang besar jumlah dan keanekaragamannya dipilah – pilah, dikelompokkan menjadi kelas – kelas atau golongan atau unit – unit tertentu. Unit – uni inilah yang sekarang ini disebut dengan istilah takson dan pembentukan takon – takson ini disebut klasifikasi.
Sekarang kegiatan ini dirasakan sebagai sesuatu yang imperatif, yang tidak boleh tidak harus dilakukan, daalam bidang ilmu manapun, bila bidang ilmu yang bersangkutan menghadapi objek studi seperti yang dihadapi taksonomi tumbuhan. Itulah sebabnya kita mengenal pula taksonomi hewan, dan bila dalam kimia organik kita harus mempelajari bahan – bahan organik yang demikian besar pula jumlah, macam, dan ragamnya, penanganannya pun dilaksanakan dengan menggunakan pengklasifikasian bahan – bahan organik itu.
Betapa pun besarnya keanekaragaman yang diperlihatkan oleh suatu populasi, pasti dapat ditemukan kesamaan ciri – ciri atau sifat – sifat tertentu. Kesamaan atau keanekaragaman itulah yang dijadikan dasar dalam klasifikasi. Dengan demikian warga suatu unit atau suatu takson mempunyai sejumlah kesamaan – kesamaan sifat yang banyak sifat. Takson yang warganya menunjukkan kesamaan sifat yang banyak merupakan takson yang ebih kecil daripada suatu takson yang warganya menunjukkan kesamaan yang lebih sedikit. Jadi dapat dikatakan dari seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini dapat disusun takson – takson besar kecil, yang dapat ditata mengikuti suatu hierarki, misalnya berturut – turut dari yang paling besar ke yang paling kecil atau sebaliknya.
B. Tujuan
            Tujuan dilakukan percobaan ini adalah :
1.     Mengidentifikasi dasar – dasar yang dapat digunakan dalam pengklasifikasian
2.     Melakukan klasifikasi secara dikotomi
3.     Mengdentifikasi pola persamaan dan perbedaan dalam suatu kelompok hasil klasifikasi berdasarkan takson















                                                                                       

BAB II
KAJIAN TEORI

            Pembentukan takson didasarkan atas banyak sedikitnya kesamaan sifat. Sifat – sifat yang dijadikan dasar untuk penentuan takson yang berarti juga sebagai dasar dalam mengadakan klasifikasi itu ternyata berbeda – beda dari masa ke masa, yang dipengaruhi oleh orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu. (Gembong Tjitrosoepomo.1993)
            Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan klasifikasi tumbuhan memberikan hasil klasifikasi yang berbeda – beda yang menyebabkan lahirnya sistem klasifikasi yang berlainan. (Gembong Tjitrosoepomo.1993)
            Klasifikasi ilmiah menunjukkan cara pengelompokkan dan pengkategorian spesies dari organise yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut sifat fisik yang dimiliki bersama. Pengelompokkan ini sudah direvisi sejak Linnaeus untuk menjaga konsisten dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin.
            Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup hidup menjadi unit tertentu.
            Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah untuikmengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memiliki ciri yang sama dikelompokan dalam satu golongan.
            Pemikiran dasar untuk klasifikasi tadaklah sukar untuk dipahami. (Idjah Soemarwoto.1992)
            Ada dua cara klasifikasi yaitu menurut abjad namanya, dan menurut persamaan ciri – cirinya. Dalam biologi, nama – nama tidaklah penting dibandingkan dengan ciri – ciri organisma itu. Dengan demikian, dalam biologi kita tidak perlu memperhatikan cara klasifikasi menurut abjad. (Idjah Soemarwoto.1992)
                                                                                                                       
A. Setting Kegiatan
Objek                          : berbagai organ daun tanaman di lingkungan sekitar
Bentuk kegiatan          : observasi dan diskusi

B. Bahan
            Macam daun yang diamati dalam percobaan ini adalah :
1.     Daun Puring
2.     Daun Rambutan
3.     Daun Mangga
4.     Daun Mundu
5.     Daun Euphorbia
6.     Daun Mendong
7.     Daun Sansieviera
8.     Daun Rhoediscolor
9.     Daun Melinjo
10.  Daun Beringin
11.  Daun Bugenfil
12.  Daun Pacar Air
13.  Daun Belimbing Wuluh
14.  Daun Tetehan
15.  Daun Bambu

     

C.    Langkah Kerja
1.     Menempatkan keseluruhan daun pada meje
2.     Mencoba membuat pengelompokkan berdasarkan kesamaan ciri tertentu
3.     Melakukan pemisahan dan pengelompokkan langkah demi langkah (dengan dasar tertentu) untuk setiap langkah terus menerus sehingga tidak mampu lagi membuat kelompok yang lebih kecil lagi
4.     Mencatat hasil pemisahan atau pengelompokkan dalam bentuk skema
5.     Membaca kedudukan taksonomi masing – masing individu menurut hasil klasifikasi
6.     Membandingkan dengan kelompok lain
7.     Menarik kesimpulan berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan
















BAB III
PEMBAHASAN

1.Daun Puring
            Dalam data ditunjukkan bahwa daun puring memiliki cirri – cirri : susunan  daun tunggal, bentuk ujung daun terbelah, permukaan daun licin, tangkai bulat.
            Yang dimaksud dengan susunan daun tunggal (folium simplex) adalah pada tangkai daunnya hanya terdapat satu helaian daun saja. Jumlah helaian daun yang dimiliki daun Puring termasuk dalam golongan daun duduk (sessilis) atau dapat dikatakan hanya ada satu helai daun menduduki tempat sama tinggi pada cabang dalam posisi menyirip (folio disticha)
            Ujung daun (apex folii) yang dimiliki daun Puring adalah berbentuk terbelah (retusus). Bagian lekukan daun di bagian ujung tidak meruncing benar. Ujung daun pada daun Puring memperlihatkan suatu lekukan yang kadang – kadang terlihat amat jelas, kadang – kadang juga perlu pemeriksaan yang amat teliti untuk mengamatinya.
            Pada umumnya warna daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda. Biasanya sisi atas tampak lebih hijau, licin, atau mengkilat jika dibanding dengan sisi bawah daun. Permukaan daun pada daun Puring adalah licin (laevis).
            Berbicara tentang bentuk batang, biasanya yang dimaksudkan adalah bentuk batang pada penampang melintangnya, dan dilihat dari sudut bentuk penampang melintangnya, batang Puring memiliki bentuk yang bulat (teres).

2. Daun Rambutan
            Daun Rambutan yang diteliti menunjukkan bahwa daun tersebut, memiliki susunan daun tunggal, ujung daun berbentuk terbelah, permukaan daun berkerut, dan tangkainya tumpul.
            Daun Rambutan termasuk dalam susunan daun tunggal (folium simplex) karena pada tangkai daunnya hanya terdapat satu helaian daun saja. Daun Rambutan diakatakan sebagai folio disticha karena hanya ada satu helai daun yang menduduki tempat yang sama tinggi pada cabang dalam posisi menyirip. Jumlah helaian daun yang dimiliki daun Rambutan termasuk dalam golongan daun duduk (sessilis).
            Ujung daun (apex folii) pada daun Rambutan berbentuk terbelah (retusus). Bagian lekukan daun di bagian ujung tidak meruncing dengan benar. Untuk mengamati ujung daun yang termasuk dalam golongan terbelah harus menggunakan ketelitian yang amat sangat karena pada bagian ujung yang terbelah ini kadang terlihat dengan jelas kadang juga tidak trlihat dengan jelas.
            Permukaan daun daun terdapat alat – alat tambahan yang berupa sisik – sisik, rambut – rambut, atau duri. Dan pada daun Rambutan terlihat berkerut (rugosus).

3. Daun Mangga
            Pada percobaan yang telah dilakukan, didapatkan bahwa daun Mangga memiliki karakter seperti : susunan daun tunggal, bentuk ujung daun lancip, tangkai daun licin,

           











No comments: