Monday, May 9, 2011

REKRISTALISASI GARAM DAPUR

REKRISTALISASI GARAM DAPUR

A. Objective
1. Mempelajari salah satu metode pemurnian yaitu rekristalisasi dan penerapannya pada pemurnian garam dapur biasa.
2. Memisahkan campuran dengan cara kromatografi kertas.

B. Basic Theory

C. Materials and Tools
1 Garam dapur(garam konsumsi beriodium 30-80ppm)
2 Air
3 Es batu
4 Beaker glass 80 ml
5 Beaker glass 200 ml
6 Beaker glass 500 ml
7 Gelas arloji
8 Pemanas spiritus
9 Corong kaca
10 Kertas saring
11 Batang pengaduk
12 Timbangan neraca
13 Kaki tiga
14 kassa
15 Penghapus

D. Step works
1. Menimbang 40 gram garam dapur.
2. Melarutkan garam dapur tersebut ke dalam 125 ml air(aquades) dan memanaskannya sampai semua kristal garam dapur tersebut melarut.
3. Menyaring dalam keadaan panas.
4. Hasil saringan(filtrat) didinginkan dalam baskom berisi es.

E. Observation Table
Figure Keterangan
Setelah semua garam dapur terlarut, warna larutan yang semula bening menjadi kecoklatan. Selain itu terdapat gelembung pada tepi atas larutan.
Larutan garam yang sudah disaring dengan kertas saring berwarna bening.
Setelah semua larutan garam disaring semua, di bagian bawah beaker glass terdapat endapan berwarna kecoklatan yang merupakan kotoran dari garam dapur dalam fase padat tadi.
Terbentuknya kristal-kristal es yang berukuran sangat kecil di dasar beaker glass yang merupakan garam murni.


F. Discussion
Percobaan yang praktikan lakukan kali ini berjudul rekristalisasi garam dapur yang bertujuan untuk mempelajari salah satu metode pemurnian yaitu rekristalisasi dan penerapannya pada pemurnian garam dapur biasa dan untuk memisahkan campuran dengan cara kromatografi kertas.
Rekristalisasi merupakan salah satu cara pemurnian zat dimana zat-zat terlarut dilarutkan di dalam suatu pelarut kemudian dikristalkan kembali(Insih Wilujeng, 2009: 16). Sebelum dilakukan proses rekristalisasi pada garam dapur, garam dapur tersebut harus dipisahkan campurannya dengan cara kromatografi kertas.
Pada proses pemisahan campuran yang ada dalam garam dapur dengan cara kromatografi kertas, alat dan bahan yang digunakan meliputi kaki tiga, bunsen, beaker glass 200 ml, beaker glass 80 ml, mangkuk plastik, pengahapus, garam, air, timbangan neraca, batang kaca pengaduk, gelas arloji, kertas saring, corong kaca, dan kasa. Langkah pertama yang praktikan lakukan adalah meletakkan garam dapur yang bermerek garam dapur beriodium 30-80 ppm ke dalam gelas arloji dan ditimbang dengan timbangan neraca sebanyak 40 gram. Kemudian memasukkan garam tersebut ke dalam beaker glass 200 ml yang sudah diisi air sebanyak 125 ml dan dipanaskan dengan bunsen sambil diaduk sampai garam benar-benar larut semuanya. Setelah larut, larutan garam itu disaring dengan menggunakan kertas saring dan hasil saringan tersebut dimasukkan ke dalam beaker glass 80 ml. Karena beaker glass tidak mampu untuk menampung semua hasil filtrat, maka hasil filtrat ditampung di dalam mangkuk plastik.

Setelah garam terlarut semuanya, warna larutan yang mulanya bening menjadi kecoklatan. Hal tersebut dikarenakan kandungan garamnya belum murni dan masih ada campurannya, sehingga yang berwarna kecoklatan adalah kotoran. Selain itu, pada bagian tepi atas larutan terdapat gelembung-gelembung.

Dalam proses rekristalisasi garam dapur, alat dan bahan yang digunakan meliputi beaker glass 500 ml, beaker glass 80 ml, es batu, dan garam. Langkah pertama yang praktikan lakukan adalah memasukkan beaker glass 80 ml yang sudah berisi filtrat garam ke dalam beaker glass 500 ml. Kemudian ke dalam beaker glass 500 ml dimasuki es batu yang ditambah dengan sedikit garam agar es batu tersebut tidak mudah mencair. Dengan adanya es batu ini, filtrat garam lama-kelamaan akan mengkristal membentuk garam murni. Dalam pembentukan kristal garam murni dilepaskan kalor dimana suhu pada system (filtrate garam) lebih dingin daripada suhu lingkungan (air es batu) sehingga terbentuklah kristal garam murni.


G. Conclusion
Dari hasil percobaan yang praktikan lakukan, proses rekristalisasi garam dapur harus didahului dengan proses pemisahan campuran garam dapur melalui kromatografi kertas. Langkah-langkahnya meliputi:
1. Melarutkan garam dapur dalam air dengan pemanasan menggunakan bunsen.
2. Menyaring larutan garam dapur menggunakan kertas saring.
3. Mendinginkan hasil filtrat dengan menggunakan es batu sehingga diperoleh garam murni.

2 comments:

wahkz said...

sip gan...posting lagi biar tambah banyak pengunjungnya...

Faqih said...

ok boz<<